Indramayu Menggugat,Peringatan Tentang Krisis Kebudayaan Tradisional

211

Demosmagz.com – Sebuah pergerakan yang terdiri dari pada para penggerak dan pecinta budaya melakukan aksi perdana yang mengangkat tema “Refleksi Tangisan Budaya” dengan garis merah kegiatan yang diberi nama Indramayu Menggugat, aksi tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari 2017 di Bantaran Kali Cimanuk. Aksi yang didalamnya dilaksanakan pagelaran Teatrikal, Musikalisasi Puisi, Monolog dan Pertujukan Tari Topeng dimana tari topeng ini merupakan salah satu tarian yang juga dibesarkan oleh salah satu maestro Tari Topeng dari Indramayu yang dikenal dunia yakni Mimih Rasinah.

Indramayu Menggugat lahir dari obrolan tentang kekhawatiran akan pergeseran –pergeseran pola hidup pemuda kawasan yang notabene semakin menjauhi identitas dari pada kawasannya sendiri. Dengan semakin kencangnya kebudayaan barat yang menyerang gaya hidup pemuda maka Indramayu Menggugat hadir sebagai peringatan bahwa penting bagi generasi penerus untuk menjaga serta melestarikan identitas dan kebudayaan aslinya.

“Kebudayaan adalah warisan yang sudah pasti diwariskan, maka sudah sepatutnya kita para generasi muda belajar. Kalau kita tidak bisa sebagai pelaku yang menjaga serta melestarikan kebudayaan, minimal menghormati kebudayaan pun adalah cara yang baik”. Ujar Takmid, salah satu tim penggagas Indramayu Menggugat.

Selain Pemuda yang menjadi target penyebaran budaya dan upaya pelestarian, Indramayu Menggugat juga melayangkan gugatan secara tidak langsung kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Pemerintah dan badan-badan pemberdayaan serta lembaga pelestarian Kebudayaan Indramayu.

Beberapa pesan yang disampaikan dalam Indramayu Menggugat #1 ini adalah:

  • Menyuarakan perlunya ruang terbuka di Indramayu untuk mengapresiasi talenta-talenta muda, yang berupaya melakukan kegiatan penyebaran dan pelestarian budaya.
  • Tidak menjadikan kebudayaan sebagai sarana tunggangan politik, yang mampu melumpuhkan kebudayaan itu sendiri.
  • Serta melakukan PK (Peninjauan Kembali) tentang kebijakan-kebijakan yang tegas dalam upaya menjaga peninggalan-peninggalan sejarah, pelestarian budaya, kurikulum sekolah tentang kebudayaan lokal agar kembali dikenal dan masyarakat Indramayu terdidik tentang identitas kawasannya sendiri.
  • Upaya penyatuan sejarah serta budaya yang merata tidak terfokuskan di Kota.

Kegiatan Indramayu Menggugat yang ditutup dengan pesan oleh para tanent yang bertuliskan sebuah surat “jagalah kelestarian budaya leluhur #IndramayuMenggugat.

Baca Juga :

Serunya Melihat Keunikan Suku Dayak Indramayu

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY