Indeks Kelaparan Indonesia Masuk Dalam Kategori Serius

381
Ilustrasi, Source google.com

Cirebon, demosmagz.com – Kelaparan merupakan indikator gagalnya suatu negara dalam mensejahterakan rakyatnya, International Food Policy Research Institute (IFPRI) mencatat tingkat kelaparan 50 negara di dunia masuk kategori serius dan mengkhawatirkan. Sebuah negara masuk kategori negara tingkat kelaparan mengkhawatirkan apabila mendapat skor 35 hingga 49,9. Dari indeks yang dikeluarkan IFPRI ini, tingkat kelaparan mengkhawatirkan banyak dialami oleh negara-negara Afrika, sedangkan apabila mendapat skor indeks GHI antara 20-34,4 dikategorikan tingkat kelaparan serius. bagaimana dengan negara kita Indonesia? Indeks Kelaparan Global (Global Hunger Index/GHI) Indonesia menyentuh angka sebesar 21,9 sehingga bisa dikatakan bahwa negara kita dalam kategori tingkat kelaparan serius.

Source databoks

Dari negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih baik dibanding Laos dan Myanmar. berbeda dengan negara terdekat Malaysia dengan skor indeks GHI 9,7 masih tergolong aman terhadap tingkat kelaparan. Indeks ini secara langsung berhubungan dengan kebutuhan dasar fisiologis manusia yaitu pemenuhan kebutuhan pangan dan nutrisi.

Apa yang salah dengan negara Indonesia sehingga indeks kelaparannya berada di kategori serius?   Ketua Agribiz Youth Organization Indonesia  Sunyata Kurniawan T Arief memberikan tanggapan akan hal tersebut kepada demosmagz.com.

“Saat ini kebutuhan pangan Indonesia dari beras saja per kapita Indonesia rata-rata butuh 139 Kg beras pertahun, artinya jika dikalikan dengan populasi penduduk saat ini kita butuh 35,5 juta ton pertahun untuk kebutuhan dalam negeri, di proyeksikan dalam satu dekade yang akan datang  populasi Indonesia berjumlah 350 juta jiwa jika dikalikan, maka pada tahun 2035 kita butuh beras sebanyak 48,6 juta ton pertahun” Menurut beliau beras sebanyak itu  mustahil didapatkan jika dari sekarang konversi lahan pertanian tidak dibendung, ditambah kualitas tanah yang dari tahun ketahun terus menurun, mengakibatkan turunnya hasil panen petani.  Jadi tak heran jika Indonesia mendapat kategori negara indeks kelaparan yang serius.

“Manusia Indonesia dimasa datang akan terancam kepunahan, populasi bertambah, lahan pertanian berkurang, produksi pangan terbatas, sehingga menyebabkan harga pangan berkali kali lebih mahal dari saat ini, mahalnya harga pangan akan menimbulkan konflik, karena adanya disparitas sosial ekonomi yang tinggi hanya mereka yang kaya yang mampu membeli pangan yang layak” ujar beliau.

Lalu apa resolusi kongkritnya ? beliau menuturkan kepada demosmagz bahwa inovasi teknologi merupakan salah satu solusinya,”Satu – satunya jalan untuk mencegah hal itu terjadi adalah lewat inovasi teknologi, agar intensifikasi pertanian dapat tercapai bukan ekstensifikasi , karena perluasan lahan pertanian dimasa depan akan sulit dilakukan, lantaran akan berkompetisi dengan kebutuhan tinggal manusia” tutup beliau. (Rangga)

Artikel Lainnya

Refleksi Hari Anti Korupsi: Revolusi Mental Berawal dari Anak dan Istri!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY