Homeschooling Bisa Jadi Alternatif Pilihan Pendidikan Anak

180
Ilustrasi

Demosmagz.com –  Di Indonesia, pada sekolah formal diterapkan kurikulum standar nasional. Namun ada kesan bahwa anak yang belajar di sekolah seolah-olah menjadi objek kurikulum. Idealnya, kurikulum yang menyesuaikan bagaimana kebutuhan anak dimana mereka bisa memilih pelajaran sesuai kebutuhan dan keinginannya. Tetapi yang terjadi adalah anaklah yang harus menyesuaikan dengan kurikulum.

Homeschooling, dapat mengembalikan anak menjadi subjek dari kurikulum. Karenanya, anak-anak diberi peluang dalam menentukan materi-materi yang ingin dipelajarinya, namun ada pelajaran wajib seperti yang di ujikan secara nasional. Kemudian gaya belajar dapat disesuaikan apakah anak tersebut tipe somatis/kinestetis, auditif, visual atau intelektual dalam belajar. Sekolah informal ini juga melakukan pembelajaran dengan waktu yang fleksibel.

Biasanya homeschooling memadukan antara kurikulum dari luar negeri kemudian disesuaikan juga dengan standar kurikulum nasional. Meskipun begitu, anak bisa melanjutkan ke sekolah umum juga bisa melanjutkan kuliah di dalam negeri dan luar negeri. Ijazah yang dikeluarkanpun sesuai keinginan orang tua, jika ingin memperoleh ijazah lokal, maka mengikuti ujian pake A, B, dan C. Tetapi jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri maka mengikuti ujian Cambridge.

Biasanya, anak yang sudah memiliki bakat dan karir sejak kecil seperti penyanyi, atlit, seniman atau lainnya mengenyam pendidikan lewat homeschooling. Namun adapula anak biasa karena memang pilihan orang tuanya atau ada yang dikarenakan pindahan dari sekolah umum. Menurut salah satu portal berita online, anak yang beralih ke homeschooling dikarenakan merasa tertekan dan korban bullying di sekolah umum.

Kelebihan dari homeschooling ini diantaranya memberi banyak keleluasaan bagi anak untuk menikmati proses belajar tanpa harus merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum. Selain itu disediakan pula pendidikan moral atau keagamaan dan lingkungan sosial. Homeschooling juga dapat menghindarkan anak dari tawuran, kenakalan remaja (bullying), narkoba, pelecehan dan lainnya. Dapat juga  memberikan keterampilan khusus pada pembelajaran yang menuntut waktu lama seperti pertanian, seni, olahraga, dan sejenisnya.

Namun adapun kekurangan dari homeschooling diantaranya, tidak adanya suasana kompetitif, dinamika bersosialisasi dengan teman sebaya relatif rendah, adanya kekurangan dalam kemampuan bekerja dalam tim, organisasi, dan kepemimpinan. Kekurangan lainnya seperti kurangnya minat belajar, karena teman sekelas mempunyai peranan penting supaya anak-anak lebih semangat belajar.(Ade)

Baca Juga :

Mengasah Kemampuan Lewat Bimbel, Kenapa Tidak ?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY