Hikayat Keraton Gebang, Sebuah Keraton Bersejarah di Timur Cirebon

1502
Patung Gajah Putih

Cirebon, Demosmagz.com Orang Cirebon mana yang tak mengenal Keraton Kasepuhan atau Keraton Kanoman, terlebih lagi banyak masyarakat Cirebon juga yang mengenal keraton Kacirebonan ataupun Kaprabonan. Ya ke empat keraton tersebut adalah keraton-keraton yang sudah lama berdiri di tanah Cirebon. Empat keraton di satu daerah, bagaimana bisa? ya memang begitulah adanya. Tapi tahukah sobat demagz bahwa diluar Kota Cirebon dimana empat Keraton tersebut bermukim kita dapat menjumpai sebuah keraton yang juga memiliki nilai sejarah dan peradaban Cirebon. Untuk mencapai ke keraton yang dimaksud, kita mesti berjalan ke arah timur Kabupaten Cirebon. Letaknya memang di Kabupaten, di sebuah dusun bernama dusun Krapyak Desa Gebang Kulon Kecamatan Gebang.

Keraton Gebang Larang atau juga disebut Keraton Pagebangan, warga biasa menyebut dengan sebutan Keraton Gebang. Sebuah keraton yang ternyata memiliki sejarah panjang yang dulu memiliki daerah kekuasaan yang luas. Konon Keraton Gebang ini sudah ada sejak tahun 1860. Di ceritakan bahwa dahulu ada seorang pangeran bernama Sutajaya Wira Upas. Dia adalah putra dari Pangeran Wirasuta yang notabenenya adalah anak dari pangeran Pasarean. Pasarean adalah seorang putra Mahkota Kesultanan Cirebon. Ketika memasuki usia tua, Pangeran Wirasuta menetap disekitar pantai utara Jawa bersama pangeran Sutajaya.

Suatu Waktu Pangeran Sutajaya diberi mandat oleh kasultanan Cirebon untuk membabad alas Roban, Sebuah hutan angker yang kini masuk kedalam kabupaten Batang. Pangeran Sutajaya dalam mengemban tugas dibekali pusaka keris bernama Setan Kober.

Ketika usai dengan tugasnya membabad alas roban, pangeran Sutajaya diberi hadiah oleh Sultan Cirebon berupa tanah di daerah yang kini dikenal dengan Gebang.  Dalam rangka menyebarkan agama Islam di Cirebon bagian timur keraton pun dibangun. Keraton ini kemudian memiliki daerah kekuasaan yang cukup luas hingga ke daerah Kuningan. Konon itupula sebabnya di Kabupaten Kuningan ada sebuah kecamatan yang benama Ciawi Gebang.

Ada dua versi yang menyebutkan tentang nasib keraton Gebang setelah jaya. Ada yang menyebutkan bahwa oleh sebab eksistensi keraton Gebang melebihi pamor dari keraton Kasultanan Cirebon maka keraton gebang pun dirobohkan oleh kesultanan Cirebon. Akan tetapi adapula yang menyebut bahwa Keraton Gebang dibangun sebagai pusat logistik kasultanan Mataram untuk menyerbu Batavia. Hanya saja rencana itu tercium oleh penjajah yang akhirnya mengirim pasukanya untuk menghancurkan keraton.

Meski begitu dari kedua cerita diatas menyebutkan bahwa keraton Gebang  yang awalnya dibangun tahun 1689 dan dirobohkan itu dibangun kembali pada abad ke 18 ditahun 1860 oleh menantu Pangeran Sutajaya yang bernama Pangeran Sujatmaningrat atau Pangeran Pengantin yang berasal dari keraton Kanoman.

Jika Sobat demagz ingin mengunjungi keraton ini sobat bisa datang ke Desa Gebang Kulon Blok Krapyak. Salah satu yang menarik Keraton ini memiliki gaya bangunan jawa yang bernuansa Eropa. Dari depan kita akan disambut oleh gapura yang dikelilingi tembok cukup tinggi sebagai pagar. Tiang-tiang solid yang bederet di depan bangunan utama sangat mencerminkan kemegahan keraton Gebang. Salah satu yang menarik adalah sebuah patung gajah putih yang terdapat tepat di depan pintu masuk utama. Patung Gajah ini menurut warga sekitar hidup di waktu-waktu tertentu. Dibelakang patung gajah ini kita bisa melihat sebuah gundukan yang tingginya sekisar satu meter. Tempat tersebut dahulunya adalah tempat ayam alas. Seekor ayam kecil yang memiliki suara lantang. Seperti keraton-keraton lain di Cirebon. Corak karang mega mendungpun dapat kita lihat dibeberapa sudut keraton gebang.

Disebelah barat keraton ada sebuah bangunan dengan atap pelana. Ada tiga ruang disitu, pertama adalah sebuah kamar mandi dengan bak unik berbentuk bundar yang terbuat dari keramik. Di sebelah kamar mandi ada sebuah ruangan untuk menyimpan kereta kencana kuno yang ditempatkan disebelah Becak yang juga sangat klasik. Kemudian di paling ujung bangunan tersebut ada sebuah makam yang menurut warga sekitar disebut-sebut dengan makam Elang Denang  dan istrinya.

Sayangnya belum banyak orang tahu mengenai keraton Gebang, bahkan masih banyak warga Di dataran Cirebon timur sendiri yang tidak tahu menahu bahwa diwilayahnya terdapat sebuah keraton. Terlebih kondisi keraton Gebang pun sedikit kurang terawat dengan tingginya rumput-rumput liar di beberapa sudut dan rusaknya sebuah mushola yang sudah ada sejak zaman dahulu. Padahal keraton ini juga beberapa kali menjadi lokasi syuting film-film nasional seperti film Krakatau.

Akan tetapi keraton ini akan mengadakan haul pangeran Sutajaya pada kamis (29/12) rencananya haul ini juga akan didatangi oleh Pangeran Adipati Qadiran dari Keraton Kanoman.(Wildan)

Baca Juga :

Penemuan 7 Sumur Tua Lengkapi Situs Bersejarah Kabupaten Cirebon

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY