Flo, Inovasi Pembalut Bagi Warga Miskin

230


Demosmagz.com – Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal (18/7) kemarin mencatat jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan pada Maret 2016 di Indonesia mencapai 28,01 juta jiwa atau sebesar 10,86 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Sadarkah Anda, bahwa sembilan dari sepuluh wanita yang hidup di bawah garis kemiskinan, tak memiliki sarana sanitasi yang memadai, sehingga menjadi salah satu perseolan yang harus dihadapi ketika datang bulan menghampiri perempuan. Pembalut sekali buang adalah barang mewah yang sulit didapat oleh para wanita ini.

Bersyukurlah menjadi wanita dengan ekonomi yang cukup dan hidup dalam segala kelengkapan. Menstruasi atau siklus haid yang selama ini dianggap hal lumrah bagi para wanita, nyatanya tak mudah dihadapi mereka yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Akhirnya pembalut yang dapat dicuci dan dipakai berulang kali atau disebut juga rags menjadi pilihan mereka.

Membersihkan bekas noda haid pada rags bukanlah sebuah hal mudah. Rags dianggap sebagai suatu hal tabu dan tak pantas bagi masyarakat umum, yakni tempat tinggal para wanita ini. Mereka diharuskan mencuci dan menjemur rags ditempat yang tak terlihat oleh siapapun.

Sehingga, para wanita ini menyimpan rags dalam keadaan bekas pakai yang kotor di tempat tak higienis. Hal ini akan berdampak buruk yang berhubungan dengan infeksi dan masalah reproduksi wanita. Jalan alternatif lainnya adalah para wanita ini memilih untuk berdiam diri di rumah selama datang bulan. Artinya menjauhkan mereka dari segala bentuk aktivitas di luar rumah.

Kini masalah tersebut telah terpecahkan dengan ide inovasi yang diluncurkan oleh siswa sekolah desain yang berkolaborasi mewujudkan sebuah Flo. Flo pada dasarnya merupakan sebuah alat portabel yang memungkinkan para wanita untuk mencuci dan menjemur rags mereka dalam keadaan tertutup. Flo terbuat dari bahan plastik berbahan kuat, nyaman dan dijual dengan harga kurang dari tiga dollar AS atau setara dengan Rp 30.000.

Atas penemuan luar biasa ini, produk Flo mendapat penghargaan sebagai International Design Excellence Awards tahun 2015. Dalam situs proyek Flo ini, James Dyson Foundation sebagai pihak yang meluncurkan kreasi ini menjelaskan dengan alat ini wanita tidak akan semakin mudah dalam menjalani aktivitas.

“Kini para gadis yang tidak mampu dapat bekerja dan mengontrol siklus haid mereka, hingga mereka tak harus menyerah dengan impian dengan berdiam diri di rumah dan tentunya dapat beraktivitas kapan saja hingga meraih keinginan yang mereka cita-citakan.”

Flo jadi jawaban saat ini bagi para wanita Indonesia yang masih hidup diwah garis kemiskinan sehing dapat terhindar dari infeksi dan masalah reproduksi wanita. Di kutip dari berbagai sumber. (kahar)

Baca Juga :

Indeks Kelaparan Indonesia Masuk Dalam Kategori Serius

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY