Diduga Banyak Penyimpangan, Aparat Penegak Hukum Segera Bertindak terkait DAK 96 M

325


Cirebon, Demosmagz.com – Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) Cirebon melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon. Dalam aksinya, terkait dengan Dana Alokasi Khusus yang diperuntukan bagi peningkatan infrastruktur, jalan, jembatan, trotoaairsasi dan drainase, tidak kunjung selesai bahkan patut diduga banyak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Seperti yang diungkapkan oleh Jubir Gemsos, Mumu Sobar Muhlis (25),  berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), diduga kuat banyak ditemukan berbagai pelanggaran dari kontraktor yang mngerjakan tidak sesuai spesifikasi dan SOP. Selain itu, pelaksanaannya tidak sesuai target dan molor panjang, serta tidak sedikit proyek yang mangkrak karena alasan teknis lainnya.

“Dalam Peraturan Pemerintah no 38 tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Penyedia Infrastruktur, pasal 3 poin b jelas disebutkan bahwa proyek harus mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkualitas, efektif, efisien, tepat sasaran, dan tepat waktu,” pungkasnya, didepan halaman DPRD Kota Cirebon.

Dalam aksinya, Gemsos menekankan pada persoalan yang diduga banyak terjadi penyimpangan. Sedangkan untuk Adendum (perpanjangan kontrak) sampai 21 Maret 2017 juga lebih parah karena tidak ada pengawas independen yang mengawal dan mengontrol pelaksanaan proyek DAK senilai 96 M tersebut.

“Dalam kontrak awal diduga banyak penyelewengan, apalagi sekarang yang tidak ada pengawasan dari pihak independen. Untuk itu, para penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan harus segera bertindak,” tegasnya.

Gemsos pun menilai Walikota merupakan pejabat yang bertanggung jawab penbuh atas berbagai kasus yang ada terkait proyek DAK tersebut. Sebelum kontrak diperpanjang, Walikota Cirebon sempat mengeluarkan pernyataan bahwa kontraktor yang nakal akan ditindak tegas.

“Walikota pernah mengeluarkan pernyataan tidak akan memperpanjang kontraktor nakal, yang dalam pekerjaannya tidak memenuhi SOP dan spesifikasi. Namun kenyataannya ucapan tersebut hanya omong kosong belaka, sejauh ini tidak ada sikap tegas Pemkot malah yang ada kontrak diperpanjang, sangat kontradiktif,” pungkasnya. (Epri)

Baca Juga :

Pemilihan Wakil Walikota Cirebon Kembali di Undur

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY