Derby Klasik Cirebon, PSGJ Kontra PSIT Siapa Menang?

257

Demosmagz.com – Sepak bola adalah olahraga permainan yang paling digemari diseantero jagat dunia. Permainan si kulit bundar ini juga terkadang menjadi sebuah identitas dan lambang sebuah gengsi suatu daerah. Apalagi, ketika sebuah daerah memiliki dua tim sepakbola, dan dipertemukan dalam satu pertandingan. Maka, tensi tinggi, tempo yang cepat serta adu gengsi adalah hal yang mutlak terjadi di lapangan hijau.

Derby, begitu masyarakat sepakbola menyebut untuk sebuah pertandingan yang mempertemukan dua tim sekota. Dibelahan dunia lain, Kita sudah sering mendengar pertandingan-pertandingan panas antar duel tim sekota. Di Inggris kita tahu derby Manchaster yang memertemukan MU kontra City, Derby Mersyside yang menyajikan duel antara Liverpool vs Everton, Lalu juga ada Derby North London antara Arsenal dan Tottenham Hotspurs. Selain inggris di Italia yang terkenal dengan sepak bola klasiknya, kita sudah paham betul dengan sengitnya pertandingan-pertandingan Derby disana. Ada Derby Della Mole antara si nyonya tua Juventus kontra Torino, Derby Della Capitale yang selalu panas dan memertemukan Dua tim ibukota Roma vs Lazio sampai Derby della Madoninna yang dinilai sebagai derby terindah sedunia, Derby ini memertemukan dua tim asal Milan. Internazionale vs AC Milan.

Nun jauh dari Eropa, menyeberang benua dan juga menempuh ribuan kilometer sampai menembus teritorial negara. Kita menemukan dua tim sekota atau mungkin lebih tepatnya sedaerah yang memiliki rantaian sejarah panjang namun tak terekam apik dalam lensa-lensa media nasional. Dua tim tersebut berada di Indonesia. Disebuah daerah paling timur provinsi Jawa Barat. Daerah itu adalah Cirebon. dan sebentar lagi derby antar dua tim asal Kota Udang bakal dihelat. Persatuan Sepak Bola Gunung Jati (PSGJ) kontra Persatuan Sepak Bola Indonesia Tjirebon (PSIT).

Masyarakat sepakbola Indonesia barangkali tak begitu mengenal kedua tim ini. Apalagi Cirebon memang tidak santer terdengar sebagai daerah yang industri sepakbolanya berkembang. Barangkali masyarakat Indonesia lebih mengenal derby Jakarta antara Persija lawan Persitara, Derby Panas Tangerang yang selalu rusuh antara Persita vs Persikota.

Sebetulnya, Baik PSGJ maupun PSIT keduanya memiliki sejarah panjang dan bahkan kontribusi bagi dunia persepakbolaan di Tanah Air. PSIT misalnya, walau sudah lama tak terdengar gaungnya. sebetulnya tim yang bermukim di Kotamadya Cirebon itu sudah berdiri sejak lama. Tercatat tim asal Kota Cirebon ini sudah bertanding pada sebuah kompetisi sepakbola di Solo yang di helat pada 1937. Lihat bagaimana sepakbola Cirebon sebetulnya sudah subur sejak jaman kolonilisasi Belanda dulu.

Sedangkan cerita soal tim PSGJ lebih drmatis lagi. Tim ini terbentuk dari perpecahan di kubu PSIT. Sebagaimana kita ketahui PSIT adalah tim Kota Cirebon, akan tetapi kebanyakan pemain PSIT adalah orang-orang Kabupaten. Karena itulah ketika terjadi konflik, Pemain-pemain PSIT yang asli Kabupaten memilih untuk membentuk timnya sendiri yang mereka namai PSGJ.

Akan tetapi sayangnya kedua tim tersebut tak pernah bersinar dikancah persepakbolaan Indonesia. Mereka hanya mentok berputar-putar di kasta liga amatir. Banyak sebab mengapa persepakbolaan Cirebon tak terlalu berkembang, selain karena sarana prasarana yang kurang layak sampai kepengurusan kedua tim yang dinilai masih jauh dari kata profesional.

Kini, liga Indonesia akan bergulir lagi, PSIT sebentar lagi akan melakoni kompetisi piala suratin sementara PSGJ Agustus nanti akan berkompetisi di kasta ke-tiga liga Indonesia. Keduanya memutuskan untuk bertemu dalam laga persahabatan yang akan digelar di Stadion Bima Kota Cirebon. Baik PSIT maupun PSGJ tentu ingin menunjukan siapa yang terbaik dan dapat diebut sebagai raja sepakbola Cirebon.

Pertandingan bertajuk derby Cirebon ini akan memulai kick offnya pada pukul 15.00 WIB dan tentunya akan menjadi bayaran dari sebuah kerinduan penggila bola Cirebon yang ingin melihat tim sepak bolanya berlaga dengan hebat. Sebab dimanapun, derby bukan sekedar pertandingan yang mementingkan kemenangan dan kekalahan. Lebih dari itu, Derby akan selalu menyangkut gengsi. Soal nama baik tim. Soal kepercayaan diri pemain. Soal mentalitas pelatih juga soal hari-hari setelah pertandingan bagi tiap-tiap suporter.(Wildan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY