Dari Full Day School, dan Kini Program PPK

213
Ilustrasi

Demosmagz.com – Di awal tahun 2017 ini, program pendidikan penguatan karakter (PPK) kembali dilanjutkan, yang dikenal dengan istilah full day school pada tahun lalu.

Sesuai perencanaan, Kemendikbud sudah menerapkan program tersebut ke-500 lebih sekolah di Indonesia sebagai percontohan. Ada sekolah yang memang ditunjuk dan adapula yang mendaftarkan diri. Percontohan dilakukan di 34 provinsi dan sekolah tersebut menerapkan kurikulum 2013.

“Tepatnya ada 542 sekolah yang sudah jadi percontohan. Program percontohan PPK itu di tahap awal bentuknya pelatihan terhadap kepala – kepala sekolah dari sekolah terpilih,” kata Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pembangunan Karakter, Arie Budiman dikutip dari salah satu media online nasional.

Pada program ini, pelaksanaannya adalah adanya tambahan jam pelajaran di sekolah. Pelajaran formal dilakukan hingga siang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan yang mendukung pengembangan karakter. Diantaranya bisa melalui ekstrakurikuler atau kokurikuler.

“Untuk mata pelajarannya tidak ada yang baru, hanya setiap mata pelajaran yang ada di sekolah harus diperkuat dengan praktik-praktik pembentukkan karakter Pembentukkan karakter ini sifatnya build-in di dalam setiap mata pelajaran, ekstrakurikuler, dan kegiatan kokurikuler,” kata Arie.

Karena pada program ini menekankan empat point yang menjadi inti dalam pendidikan karakter yaitu karakter tentang keagamaan, karakter tentang personal, peserta didik, karakter sosial, serta karakter nasionalisme. Maka sekolah juga diharapkan untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak lain seperti museum, balai-balai budaya, kantor pemerintah, dan LSM. Bisa juga mengadakan kunjungan untuk study tour dengan tujuan berbagi pengetahuan, atau sekolah mendatangkan pihak-pihak tersebut.

Di tahun ini, Kemendikbud mentargetkan 9.800 sekolah menjadi percontohan program PPK.

Salah satu sekolah yang sudah menerapkan program PPK di awal tahun ini adalah di kota Cirebon, yaitu SMP Negeri 1. Di sekolah tersebut menerapkan jam pulang hingga pukul 3 sore. Kemudian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan selama lima hari, senin sampai jum’at.

Menurut Anggota Komisi C DPRD Kota Cirebon, Jafarudin usai meninjau SMPN 1 Cirebon,  alasan perubahan jadwal tersebut diharapkan dapat menggunakan kesempatan dua hari bersama keluarga. Lanjutnya, penerapan program PPK sesuai dengan surat edaran dari Kemendikbud. Sehingga pihak sekolah dapat mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Kami sudah datangi SMPN 1 Kota Cirebon, impelementasi kebijakan itu memang tidak melanggar dari aturan. Justru mendukung kebijakan dari pusat dan provinsi. Saya berharap, tahun ini pilot project itu bisa berjalan lancar, kemudian dievaluasi agar bisa diterapkan di sekolah lain,” ujarnya di kutip dari media lokal Cirebon.(Ade)

Baca Juga :

UN SMA, Mata Pelajaran Pilihan Tidak Harus Sesuai Dengan Jurusan Kuliah

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY