Dari Blagbag Hingga Tapsiun, Betapa Uniknya ‘Basa Cerbon’

968
Salah satu buku Sejarah Cirebon

Cirebon, demosmagz.com – Setiap daerah khususnya di Indonesia pasti memiliki keunikannya masing-masing. ada yang memiliki keunikan dari segi budaya, kebiasaan, tradisi sampai pada bahasa. Ya, Indonesia sebagai negara majemuk memang memiliki ratusan bahasa daerah. Kesemuanya memiliki ke khasnya masing masing. baik itu dari dialek, pengucapan sampai ketika kita harus menuliskanya. Indonesia memang kaya akan keragamannya.

Bicara soal bahasa daerah yang ada di Indonesia, maka sebagai media yang berdiri di dataran Cirebon kami ingin mengulas sedikit soal bagaimana Bahasa Cirebon yang orang Cirebon kebanyakan menyebutnya dengan sebutan ‘Basa Cerbon’. Basa Cerbon sebagaimana diulas di berita ‘Sejarah Basa Cerbon: Warisan Jatidiri Yang Mesti Lestari’ yang diunggah pada senin (10/10) lalu yang menyebutkan bahwa Basa Cerbon memang erat kaitanya dengan bahasa jawa dan punya kolaborasi dengan bahasa sunda.

Keraton kasepuhan Cirebon

Akan tetapi melihat lebih jauh lagi, sebenarnya bahasa-bahasa daerah di Indonesia tidak lepas dari bahasa sangsakerta. Basa Cerbon salah satunya. Penelusuran Nurdin M Noer kepala Lembaga Basa Lan Sastra Cirebon (LBSC) menemukan bahwa ada sekitar 80% kosa kata basa cerbon yang merupakan serapan dari bahasa sangsakerta.

Dalam bahasa Cirebon sendiri kita dapat mengkategorikanya menjadi dua jenis pertama adalah jenis “padinan” (kasar) atau “bebasan” (halus) keduanya memiliki perbedaan kosakata dan juga memiliki fungsi yang berbeda.

Selain itu jika diperhatikan penutur bahasa Cirebon menggunakan bentuk “Padinan” ketika bicara dengan sebaya atau sederajat seperti umur ataupun pangkat. Menurut Nurdin yang juga wartawan senior di Kota Cirebon itu menyebutkan bahwa orang Cirebon itu memiliki sikap yang blak-blakan dalam bicara akan tetapi toleran dengan lawan bicara

“Orang Cerbon itu memiliki sikap Egaliter (sepadan), Blakasuta (blak-blakan) dan toleran sebagai ciri masyarakat pesisir yang melihat teman bicarannya (terutama) yang akrab sebagai sederajat” ungkapnya

Naskah kuno

Selain itu Nurdin juga menceritakan tentang penelitian Supriatnoko yang menyebutkan bahwa bahasa Cirebon Jarang dipakai pada acara resmi ataupun kegiatan formal pemerintahan. Kalaupun dipakai hanya sebatas sapaan awal saja seperti “pripun kabare” atau “matur kesuwun

Sadarkah pula sobat demagz bahwa sebetulnya ada beberapa kosakata bahasa Cirebon yang berasal dari bahasa asing. seperti papan tulis yang dibahasa cirebon dikenal dengan blagbag. Blagbag sendiri merupakan serapan dari blackboard dalam bahasa inggris, atau terminal yang dalam bahasa Cirebon dikenal dengan Setamplat. Setamplat sendiri merupakan serapan dari kata Stamplat dalam bahasa Belanda. Selain itu pula dalam bahasa Cirebon terkadang kita dapat mendengar istilah kata yang unik akan tetapi memiliki kekhasan tersendiri. Seperti Stasiun yang orang Cirebon lafalkan dengan Tapsiun ataupun Coklat yang kadang dilafalkan dengan soklat.

Semoga basa Cerbon akan terus eksis dan dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat Cirebon khususnya. Ditambah lagi semoga basa Cerbon juga dapat menjadi bahasa pengantar keilmuan. Sebab bahasa Cirebon adalah Identitas masyarakat Cirebon yang mesti dijaga.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY