Cirebon yang Rimbun Masih 15 Tahun Lagi

353

 

Cirebon, Demosmagz.com Ruang Terbuka hijau (RTH) dalam lingkungan pembangunan secara global saat ini diperlukan demi menjaga keseimbangan kualitas lingkungan hidup suatu daerah. hal ini di khususkan didaerah perkotaan yang memiliki berbagai permasalahan berkaitan dengan masalah ruang yang sedemikian komplek.

RTH khususnya diwilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting. Diantaranya aspek ekologi, sosial budaya, dan estetika. Berkaitan dengan fungsi secara ekologi misalnya  RTH berfungsi sebagai pengendali iklim yakni sebagai produsen oksigen, peredam kebisingan dan juga berfungsi sebagai kontrol pandangan yaitu dengan menahan silau matahari atau pantulan sinar yang ditimbulkan.

Adapun dalam aspek sosial budaya salah satu fungsi RTH diantaranya sebagai ruang komunikasi dan interaksi sosial bagi masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui RTH yang bersifat publik. Selain sebagai pusat interaksi masyarakat, RTH publik baiknya juga memenuhi fungsi sebagai sarana rekreasi, sarana olahraga, sarana pendidikan bahkan dapat juga sebagai pusat kuliner. Selain kedua aspek tersebut, RTH juga dapat berfungsi secara estetika seperti meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota, serta menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota.

Agar RTH publik dapat berfungsi secara optimal, tentunya perlu diperhatikan pula apakah sudah memenuhi kriteria penyediaan sebagai ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. (sumber Jurnal Ruang vol 1 nomor 3 juli 2015 biro penerbit planologi UNDIP)

Dalam Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang menjelaskan setiap kota harus memiliki 30 % Ruang Terbuka Hijau. Dan Berdasarkan Permen PU Nomor 05 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, setiap pemerintah daerah harus menyediakan jumlah minimal RTH sebesar 30 persen. RTH itu terdiri dari 20 persen RTH publik dan sepuluh persen RTH privat.

Berdasarkan Permen PU Nomor 05 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan sehingga bagi kota yang belum memenuhi kriteria tersebut seyogianya melakukan penambahan ruang terbuka hijau, dengan mempertimbangkan pemilihan jenis-jenis tanaman yang mempunyai fungsi ganda, yaitu selain tanaman dapat memberikan O2 , juga dapat mereduksi CO.

Lalu bagaimana dengan Kota Cirebon?  kota yang terletak dipesisir utara  jawa barat dengan luas wilayah 37,36 km2 itu apakah sudah menyediakan RTH yang memenuhi ketiga aspek fungsi serta Luas sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang?. Menurut data yang didapat dari bappeda kota cirebon dalam Materi teknis rencana tata ruang wilayah kota cirebo 2011 s/d 2031 sesuai Perda no 08 tahun 2012 tentang RTRW kota cirebon tahun 2011-2031  bahwa Dengan luas wilayah sebesar 3.810 Ha, maka Kota Cirebon harus mempunyai Ruang Terbuka Hijau minimal sebesar 30% atau seluas 1.143 Ha yang terdiri dari RTH Publik sebesar 20% atau seluas 762 Ha dan RTH Privat sebesar 10% atau seluas 381 Ha.

Berdasarkan hasil identifikasi demosmagz.com luas Ruang Terbuka Hijau di Kota Cirebon sebesar 905,07 Ha atau prosentase sebesar 23,75% yang terdiri dari luas RTH Publik sebesar 341,46 Ha atau sebesar 8,96% dan luas RTH Private sebesar 563,61 Ha, atau sebesar 14,79 %. Untuk memenuhi kewajiban penyediaan ruang terbuka hijau publik seluas minimal 20 (dua puluh) persen yang wajib disediakan oleh Pemerintah Kota maka direncanakan penambahan jumlah RTH publik Kota seluas 421,31 Ha atau prosentase 11,06% .

Untuk memenuhi kewajiban tersebut dibuatlah rencana penambahan RTH Publik dari mulai tahun 2010 s/d 2031. Dengan langkah langkah stratedis sebagai berikut :

  1. RTH Taman RT kurang lebih seluas 33,83 hektar
  2. RTH Taman RW kurang lebih seluas 30,88 hektar
  3. RTH Taman Kelurahan seluas kurang lebih 19,80 hektar
  4. RTH Taman Kecamatan seluas kurang lebih 11,90 hektar
  5. RTH Taman Kota seluas kurang lebih 58,78 hektar
  6. RTH Taman Pemakaman seluas kurang lebih 38,00 hektar
  7. RTH Jalur Hijau Jalan seluas kurang lebih 39,50 hektar
  8. RTH Sempadan Pantai seluas kurang lebih 3,60 hektar
  9. RTH Sabuk Hijau seluas kurang lebih 0,99 hektar
  10. RTH Hutan Kota seluas kurang lebih 149,50 hektar
  11. RTH Hutan Mangrove seluas kurang lebih 3,60 hektar
  12. RTH Sumber Air Baku seluas kurang lebih 1 hektar
  13. RTH Lapangan Olah Raga seluas kurang lebih 29,98 hektar

Jadi untuk menuju kota yang ideal dalam sisi kelayakan hidup dimana terpenuhinya RTH yang mempunyai fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika, juga menjadikan Cirebon kota yang rimbun dan lebih nyaman untuk dihuni warga cirebon harus menunggu kurang lebih 15 tahun lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY