Bocah Dari Aceh Sulap Getah Kedondong Jadi Energi Listrik

362


Tekno, Demosmagz.com – Sudah menjadi naluro manusia untuk bisa bertahan hidup ditempat manapun Ia berpijak. Naluri alamiah ini tidak pandang bulu, baik anak – anak yang masih dini ataupun dewasa sampai orangtua sekalipun pasti memilikinya. Naluri alamiah ini bekerja dengan sendirinya ketika si Manusia tersebut dalam kondisi serba kurang, seperti keterbatasan dalam aspek energi. Menjadi sebuah kejutan tentunya, ketika anak yang masih belia bisa menemukan inovasi yang sangat berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Manusia yang mendapat julukan Inovator Cilik ini bernama Naufal Riziq, yang berhasil menemukan energy listrik dari getah pohon kedongdong seperti yang dilansir langsung dari website Pertamnia EP, Naufal yang saat ini berusia 15 tahun asal desa Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dari tangan mungilnya berhasil melakukan inovasi yang menyulap getah Pohon Kedondong menjadi aliran listrik.

Berkat temuannya, rumah – rumah disekitarnya yang selama berpuluh – puluh tahun tidak teraliri listrik, mengandalkan cahaya bulan setiap malam, kini bisa merasakan penerangan.

“Jadi awalnya percobaan dilakukan di buah dulu” kata Naufal saat ditemui di sela-sela Pertamina Science Fun Fair (29/10) silam.

Setelah melalui beberapa langkah seleksi dan evaluasi bersama ayahnya yang merupakan teknisi listrik di desanya, akhirnya pilihan Naufal jatuh ke pohon kedondong pagar. Si Kedondong dipilih juga bukan tanpa alasan. Selain karena banyak hidup di lingkungan Naufal, kandungan asam yang stabil dari getah pohon adalah syarat utama untuk bisa diterapkan dalam percobaan. Sementara nama pagar sendiri diberikan karena predikat si pohon yang sering dijadikan sebagai pagar oleh warga
.
Segala keterbatasan membuat bocah cilik ini mampu berfikir jauh kedepan, tidak umum jika dibandingkan dengan anak – anak seusianya. Ia mengaku mendapatkan Ide ini berawal dari pelajaran IPA saat Sekolah Dasar (SD) dimana buah – buahan mengandung zat asam tinggi bisa diubah menjadi listrik. Kemudian, mengingat bahwa pohon kedondong memiliki zat asam paling tinggi, dan banyak tumbuh disekitaran darahnya menjadi latar belakang inovasi yang dilakukannya.

Naufal mengatakan, energi yang diambil dari pohon kini sudah dapat digunakan sebagai penerangan listrik di rumahnya. Akan tetapi untuk beberapa alat elektronik seperti kulkas dan televisi belum dapat digunakan karena mempunyai energi yang tinggi.
“Voltase yang dihasilkan masih lemah, amperanya masih kecil namun jika menggunakan alat yang lebih canggih tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan ampera yang lebih besar,” ujarnya sepert dilansir dari laman liputan6.com.
Mengatasi Inovasi yang belum sempurna akhirnya membuat temuannya diboyong oleh Pertamina EP untuk dikembang oleh lembaga penelitian Universitas Diponogoro. Hasilnya memuaskan, kekurangan dari temuan tersebut bisa diatasi.

Sampai sekarang pohon listrik ini sudah memasuki generasi ke 4 untuk elektrodanya. Dulu sekali pohon listrik hanya bermodalkan lempengan besi, lalu tembaga dan besi bentuk silinder bulat dan tabung. Sekarang sistemnya juga di bor tidak hanya menyedot getah asam dikulit pohon, jadi setelah dibuat silinder baru nanti elektroda dimasukan ke dalam pohon karena energi diperoleh dari getah asam pohonnya.

Pertamina EP yang merupakan anak usaha Pertamina di bidang ekplorasi produksi ini juga memboyong temuan Naufal ke peneliti di Universitas Diponegoro. Hasilnya ditemukan beberapa cara untuk mensiasati penurunan tegangan setelah pohon lama dipakai yakni dengan menggunakan tembaga dengan seng.

“Jadi silinder tembaga di dalamnya lipatan seng dan itu jadi lebih stabil,” kata dedi peneliti dari Undip

Temuan dari Naufal menjadi perhatian publik setelah bebrapa kali masuk tiga besar dalam ajang kompetisi baik sekala lokal sampai nasional. Listrik dari getah pohon Kedondong ini merupakan salah satu energy terbarukan yang bisa dioptimalkan untuk sumber energy alternative (Ranaweble Energy)(epri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY