Belajar Matematika Jadi Menyenangkan dengan Metode Damdamtika

274
permainan dam-daman

Edukasi, Demosmagz.com Matematika acap kali danggap sebagai pelajaran yang sangat sulitn di pahami. pelajaran yang pasti berhubngan dangan anka itu sepertinya lebih sering i hindari daripada di minati. Melihat hal tersebut mahasiswa asal Univeritas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mencoba untuk berinovasi agar belajar Matematika jadi lebih mudah. Adalah Isna mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unswagati yang menemukan metode ‘Damdamtika’

Menurut Isna, model pembelajaran ini bisa diterpakan pada pelajaran matematika, seperti materi peluang, persamaan garis lurus, bangun datar dan lain-lain. Akan tetapi, lebih cocok diterapkan pada siswa SMP, karena materi daam pelajaran matematika sudah mulai berat sehingga dengan menggunakan model ini bisa belajar dengan cara-cara yang real.

Isna Silvia Pencipta metode dam-damtika

Isna menumpahkan ide Damdamtikanya lewat lomba esai nasional yang kemudian dia menangkan sebagai juara ke dua. Dalam esai yang dibuat Isna, disebutkan langkah-langkah pembelajaran dengan metode dam-daman ala matematika, diantaranya :

“…urutan langkah-langkahnya yaitu : 1) Pemain pertama memajukan satu pion terdepan sebanyak satu langkah, 2) Titik-titik yang terletak pada kotak dam-daman telah dinomori dengan nomor tertentu yang memiliki soal ataupun bonus bagi pion yang menempati nomor tersebut, 3) Soal tersebut harus dijawab dan ketika mendapatkan bonus, maka bisa disimpan sebagai clue untuk menjawab soal, 4) Kemudian, giliran pemain pertama dari lawan yang memindahkan pionnya satu langkah, 5) Pemain dengan urutan dibelakangnya menggantikan pemain di depannya jika sudah berhasil menjawab soal atau menyimpan bonus maupun zonk yang di dapatkan, 6) Setelah itu, pemain pertama melompati dan mengambil pion lawan (sesuai garis). Istilah ini disebut “memakan”, 7) Jika lawan tidak “memakan” pion didepannya ketika pion itu bisa dimakan, maka dikatakan “dam” sehingga kelompok yang dam harus menjawab soal yang diberikan oleh kelompok yang tidak dam, 8) Sementara bagi kelompok yang tidak dam, harus memberikan soal dan berhak mengambil 3 pion lawan secara sembarang, 9) Pemenangnya adalah kelompok yang berhasil menghabiskan seluruh pion lawan dan mendapat akumulasi nilai tertinggi.

Ketentuan yang berlaku yaitu setiap siswa yang mampu menyelesaikan soal dengan baik dan memahaminya maka mendapatkan nilai sempurna. Akan tetapi ketika siswa hanya memahami sebagian materinya, maka mendapatkan setengah dari nilai yang diberikan pada bobot materi tertentu. Sementara itu, siswa dengan nomor urut berikutnya wajib menyampaikan pemahaman matematisnya berdasarkan materi yang telah disampaikan.”

Isna mengatakan bahwa prosedur yang dilalui siswa dalam damdamatiaka merupakan upaya untuk mengasah pemahaman matematis siswa. Selain itu, pemahaman tersebut diperoleh saat menerapkan permainan tersebut dalam proses pembelajaran. Hal demikian dikarenakan adanya tuntutan proses berfikir ketika mendapatkan giliran memindahkan pion atau saat terjadi dam. Selain itu, damdamatika dapat membantu mengasah pola berfikir siswa secara cepat dan tepat serta guru dapat mengetahui seberapa jauh siswa memahami materi yang telah diajarkan. Nilai karakter seperti ketelitian akan terlatih dan akan menumbuhkan kekompakkan karena dalam damdamatika membagi siswanya ke dalam dua kelompok.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY