‘Basa Cerbon’ Mesti Jadi Regol Ilmu Pengetahuan

444
Masjid Merah Panjunan

Cirebon, Demosmagz.com- Banyak kalangan menilai bahasa maupun bahasa daerah adalah sebuah identitas. Dari sebuah bahasa kita bisa tahu dari mana seseorang berasal tanpa harus bertanya secara langsung. Karena itulah membiasakan diri berbahasa daerah sama halnya dengan melestarikan bahasa daerah itu sendiri. Dari sekian banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia. salah satunya adalah bahasa Cirebon.

Bahasa Cirebon kerap dinilai oleh banyak orang sebagai bagian dari bahasa Jawa. Padahal faktanya bahasa Cirebon memiliki ciri bertutur dan logatnya sendiri. Bahasa Cirebon dengan demikian adalah sebuah identitas bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Bahkan salah seorang budayawan yang sekaligus ketua Lembaga Basa Lan Sastra Cirebon (LBSC) Nurdin M. Noer menuturkan bahwa bahasa Cirebon atau lumrah dikenal dengan ‘Basa Cerbon’ sebetulnya mesti menjadi Regol (gerbang) terhadap ilmu pengetahuan

“Di masa depan, bahasa Cerbon harus menjadi “régol” atau gerbang untuk pintu masuk siapa saja yang akan belajar ilmu pengetahuan dan kebudayaan, filsafat, teknologi, seni dan lainnya. Karena itu bahasa tersebut harus memiliki “masa depan” untuk seluruh masyarakat di seluruh Indonesia” ungkapnya

Menurut wartawan senior itupun, menguasai basa Cerbon dapat berguna untuk mengungkap sejarah Cirebon lebih dalam lagi. Nurdinpun menuturkan jika penguasaan basa cerbon nantinya dapat membantu untuk menelusuri teks-teks kuno peninggalan wangsakerta

“Untuk membaca karya-karya klasik Pangeran Wangsakerta (1680an) misalnya, para peminat sastra harus lebih memelajari dan menguasai bahasa Cirebon (kuno), begitu juga untuk memelajari teks-teks keagamaan klasik, seni rupa, teknologi lokal, batik, kesenian dan lainnya bahasa Cerbon harus dikuasai. Ini penting, karena syarat-syarat penguasaan bahasa tidak dilakukan, dipastikan bakal menemui kegagalan” sebutnya

Anggapan yang sama pun dikemukakan oleh Rafan S seorang filolog yang kini mengajar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dirinya menyebut bahwa jika saja bahasa Cirebon punah, maka akan banyak manuskrip-manuskrip asli Cirebon dari zaman dulu yang tak bisa dibaca lagi

“Orang-orang dulu menulis sistem pengetahuan yang ada di Cirebon, seperti di manuskrip-manuskrip kuno menggunakan bahasa itu. kalau misalnya bahasa Cirebon hilang, bisa-bisa bahasa yang ada di manuskrip Cirebon yang jumlahnya ribuan itu tidak bisa dibaca orang” kata pria yang juga mengajar mata kuliah bahasa Cirebon itu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY