Bahasa Cirebon Dinilai Dapat Bebani Kurikulum

448


Cirebon, Demosmagz.com – Dialek bahasa daerah di Cirebon ternyata masih eksis di kalangan pelajar. Seperti yang terjadi di beberapa Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di kota Cirebon. Meskipun bahasa ibu (bahasa yang digunakan di rumah dengan orang tua) menggunakan bahasa Indonesia, disela-sela berbincang dengan teman sebayanya masih menggunakan bahasa Cirebon meskipun tidak diucapkan secara utuh.

Dilihat dari kurikulum pendidikan, bahasa Cirebon masuk ke dalam mata pelajaran pilihan, yakni muatan lokal. Selain bahasa Cirebon, adapula bahasa Sunda. Mata pelajaran tersebut dipelajari oleh siswa hingga tingkatan SMP/sederajat saja. Upaya tersebut ditujukan sebagai salah satu pelestarian bahasa daerah. Namun menurut Toto Haryanto, selaku Kepala Seksi Mutu Tenaga Pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, upaya pelestarian bahasa daerah sebaiknya tidak dibebankan ke kurikulum pendidikan.

“Seharusnya lembaga khusus yang melestarikan, bukan menjadi beban kurikulum.” Ucapnya.

Masih menurutnya, jika melihat sekolah-sekolah di Indonesia, dan di tiap-tiap daerah hampir semuanya memiliki bahasa daerah, tetapi tidak ada mata pelajaran bahasa daerah. Kemudian di Negara-Negara Maju, jumlah mata pelajaran berjumlah 6 – 8 saja.

“Di SMP sudah ada 12 mata pelajaran, kemarin mau menitip ke kurikulum untuk pelajaran penanggulangan bencana itu kan udah kebanyakan kasian anak-anak.” Ujarnya saat ditemui demosmagz.com di sela-sela acara Gebyar Literasi.

Meskipun demikian, budaya bahasa daerah harus tetap dilestarikan karena mengandung filosofi nilai-nilai luhur dan nilai sejarah. Caranya bisa dengan mewajibkan dinas tertentu untuk menggunakan bahasa tersebut atau siswa diwajibkan menggunakan percakapan bahasa daerah saat jam istirahat di sekolah.

“Ada dinas tertentu yang melestarikan (disporbudpar) nanti seperti apa bisa dengan mewajibkan pada hari tertentu menggunakan bahasa Cirebon, jangan dibebankan ke pelajaran. Saya khawatirkan ketika beban kurikulum terlalu banyak jadi nggak fokus.” Tutupnya. (Ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY