Sejarah Keunikan Suku dan Bahasa di Cirebon

8264


Demosmagz.com – Sebagian orang, bahkan mungkin orang Cirebon dan sekitarnya sendiri mengira bahwa Cirebon termasuk kedalam suku Sunda ataupun Suku Jawa. Hal itu tidak lah salah, mungkin karena ketidak tahuan asal usul dan sejarah Cirebon. Tahukah anda padahal Cirebon merupkan suatu suku bangsa tersendiri yang tercipta dari akulturasi budaya. Cirebon sebagai sebuah suku memiliki bahasa tersendiri, adat istiadat sendiri, dan berbagai kesenian serta budaya tersendiri. Tidak percaya? Simak pembahasannya dibawah ini guys.

SUKU BANGSA CIREBON

Suku cirebon adalah perpaduan antara 2 suku besar yaitu suku jawa dan suku sunda akulturasi ke 2 suku tersebut melahirkan suku yang mandiri yaitu suku cirebon. Sejak dahulu hingga sekarang suku cirebon adalah suku yang berbeda dari jawa dan suku sunda hal itu terlihat dari jejak sejarah yang termuat dan terungkap dalam kitab Purwaka Caruban Nagari Nama cirebon berasal dari kata Sarumban yang jika di ucapkan maka menjadi Caruban seiring perkembangan caruban berubah menjadi Carbon..Cerbon dan akhirnya menjadi Cirebon

Sarumban memiliki arti Campuran maka Cirebon berarti campuran. Orang atau etnis cirebon atau suku bangsa cirebon adalah kelompok etnis yang tersebar di sekitar kota cirebon dan kabupaten cirebon.kabupaten Indramayu Kabupaten Majalengka sebelah utara atau biasa di sebut sebagai wilayah ” Pakaleran “. Kabupaten kuningan sebelah utara kabupaten subang sebelah utara mulai dari Blanakan pamanukan hingga Pusakanagara dan sebagian pesisir utara kabupaten karawang mulai dari pesisir Pedes hingga Cilamaya di provinsi jawa barat Dan di sekitar kecamatan losari kabupaten Brebes jawa tengah Berjumlah sekitar 1,9 juta.

Masyarakat suku cirebon memeluk agama islam..bahasa yang di tuturkan oleh orang cirebon adalah gabungan dari bahasa jawa sunda arab dan china yang mereka sebut sebagai bahasa cirebon
Mereka juga memiliki dialek sunda tersendiri yang di sebut bahasa sunda cirebon.

Pada mulanya keberadaan etnis atau orang cirebon selalu di kaitkan dengan keberadaan suku sunda dan jawa namun kemudian eksistensinya mengarah pada pembentukan budaya tersendiri mulai dari ragam batik pesisir yang tidak terlalu mengikuti pakem keraton jawa atau biasa di sebut batik pedalaman

Hingga timbulnya tradisi tradisi bercorak islam sesuai dengan di bangun nya keraton cirebon pada abad ke 15 yang berlandaskan islam 100%. Eksistensi dari keberadaan suku atau orang cirebon yang menyebut dirinya bukan suku sunda atau pun suku jawa akhirnya mendapat jawaban dari Sensus penduduk tahun 2010 di mana pada sensus penduduk tersebut tersedia kolom khusus bagi suku bangsa Cirebon. Hal ini berarti keberadaan suku bangsa Cirebon telah di akui secara nasional sebagai sebuah suku tersendiri

Indikator itu (Suku Bangsa Cirebon) dilihat dari bahasa daerah yang digunakan warga Cirebon tidak sama seperti bahasa Jawa atau Sunda. Masyarakat Cirebon juga punya identitas khusus yang membuat mereka merasa sebagai suku bangsa sendiri. Penunjuk lainnya yang mencirikan seseorang sebagai suku bangsa Cirebon adalah dari nama-namanya yang tidak seperti orang Jawa ataupun Sunda. Namun, belum ada penelitian lebih lanjut yang bisa menjelaskan tentang karakteristik identik tentang suku bangsa Cirebon. Untuk menelusuri kesukuan seseorang, hal itu bisa dilakukan dengan garis keturunan ayah kandungnya. Selain itu, jika orang itu sudah merasa memiliki jiwa dan spirit daerah itu (daerah suku bangsa cirebon) maka dia berhak merasa sebagai suku yang dimaksud.

Keunikan Bahasa Cirebon

Bahasa Cirebon yang unik ini dikarenakan daerah Cirebon yang berbatasan langsung dengan kebudayaan Sunda, khususnya sunda Kuningan dan sunda Majalengka. Selain itu juga karena dipengaruhi oleh budaya China, Arab, dan Eropa. Semua itu terbukti dengan adanya kata ‘Taocang” yang merupakan serapan bahasa China yang berarti kuncir, kata “Bakda” yang merupakan serapan bahasa arab yang berarti setelah, kata “Sonder” dari bahasa Eropa yang berarti tanpa. Bahasa Cirebon juga mempertahankan bentuk-bentuk bahasa kuno Jawa, misalnya “isun” yang berarti saya, kata “sira” yang berarti kamu. Semua bahasa tadi sudah tidak digunakan lagi oleh Jawa baku.

Keunikan Cirebon yang lain adalah kesenian dan kerajinannya yang berlimpah. Kesenian dan kerajinan itu diantaranya kesenian tari Topeng, Sintren, Batik, Kesenian Gembyung, Lukisan kaca, Topeng Cirebon, dan Sandiwara Cirebonan. Salah satu kerajinan Cirebon yang memiliki khas yang terkenal adalah dengan motif Mega Mendung. (Epri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY