Ancaman Planet Plastik Butan Para Manusia

84
foto : thetimes.co.uk

Demosmagz.com – Pernahkah terpikirkan jumlah plastik yang kita konsumsi dalam kehidupahn sehari-hari? Ya! Plastik memang begitu akrab di lingkungan manusia, dan yang mengerikan hal itu bisa-bisa mengubur kita di planet tempat kita hidup ini. Kok bisa? Lihat saja penelitian terbaru menunjukkan sebanyak 9 Miliar ton plastik telah diproduksi sejak 1950 hingga kini, mayoritas plastik tersebut memenuhi tanah dan lautan kita.

Pakar Ekologi Industri Roland Geyer bahkan menggambarkan bahwa planet kita akan di sebut ‘planet plastik’ jika tidak mengakali pertumbuhan jumlah plastik yang ada. “Kita sedang menuju ke arah ‘Planet Plastik’, dan jika tidak mau tinggal di dunia seperti itu, maka kita harus berpikir ulang mengenai cara penggunaan materi – materi tertentu seperti plastik” Ujarnya seperti yang dilansir BBC News(19/7).

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa berdasarkan kecepatan produksi plastik yang selalu meningkat, setengah dari total plastik tersebut ternyata baru diproduksi selama 13 tahun terakhir.” Jadi masalahnya bukan hanya banyak (plastik) saja,tetapi  kita juga membuat semakin banyak plastik dari tahun ke tahun” tambah Geyer.

Sebagian besar plastik di dunia memang dirancang agar di buang, Laura Parker dari National Geographic menjelaskan 40% dari plastik non-fiber diproduksi sebagai kemasan yang disobek dan dibuang. Hal tersebut berdampak hanya 9% dari seluruh plastik di dunia yang didaur ulang. Lebih buruk lagi, 90% plastik plastik yang didaur ulang hanya digunakan sekali sebelum dibuang.

Setelah dibuang, plastik pun praktis menjadi polusi. Bila dibakar,yang merupakan cara menghilangkan plastik secara permanen tetap menimbulkan polusi udara yang berbahaya melalui asapnya. Namun bila tidak dibakar, plastik akan mengotori lingkungan, mememenuhi tanah serta lautan kita.

Kini para peneliti memncoba memikirkan cara-cara baru untuk mengatasi masalah polusi plastik, seperti menggunakan ulat sebagai pemakan plastik atau bakteri untuk mengurainya. Namun solusi yang efektif menurut Geyer tentu saja mengurangi ketergantungan kita terhadap penggunaan plastik.

“Kita butuh pendekatan yang lebih besar dan berani , meningkatkan daur ulang tidak akan membantu, semoga studi ini bisa menambah kewaspadaan terhadap penggunaan plastik di masa depan” Ujarnya.(Saptarengga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY