Agustus – September, Imunisasi Campak Dan Rubella Diberikan Serentak

101

Demosmagz.com – Imunisasi campak dan rubella (MR) akan dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2017. Imunisasi MR diperuntukkan bagi anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Pemberian imunisasi dimulai dalam dua fase. Fase pertama Agustus untuk SD/MI/SMP/MTS atau sederajat. Sedangkan fase kedua dilakukan di posyandu, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah serta anak usia sekolah namun tidak bersekolah.

Kemenkes menargetkan imunisasi MR mencakup enam provinsi di pulau Jawa, yakni meliputi 119 kabupaten/kota dan 3579 puskesmas. Selain itu pemberian imunisasi ini menargetkan lebih dari 95% dari jumlah 34 juta sasaran imunisasi 2017.

“Imunisasi MR akan ditambahkan ke campak, tidak menambah suntikan baru. Sasarannya anak dari usia 9 bulan hingga 15 tahun atau setara dengan kelas 3 SMP karena 89% kasus rubella terjadi pada anak dibawah 15 tahun,” kata Dirjen Penjegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr. H. M. Subuh MPPM di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (19/7/2017)

Direktur Surveilans dan Karantina Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, menjamin kalau vaksin campak rubella atau measles rubella (MR) 100 persen halal.

“Keduanya halal 100%. Tidak ada babinya. Vaksin campak itu ditumbuhkan di janin ayam. Sedangkan vaksin rubella dikembangbiakkan di sel punca atau stem cell manusia. Jadi, tidak ada hubungannya dengan babi,” jelas Jane di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Imunisasi MR ini pun penting. Pasalnya, campak dan rubella merupakan infeksi menular melalui saluran pernasapan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian. Pemberian imunisasi MR pun bisa diberikan meski anak-anak sudah mendapatkan imunisasi campak.

“Tujuan imunisasi MR untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak rubella, cepat memutuskan transmisi campak rubella, menurunkan angka kesakitan dan kejadian. Kita targetkan Indonesia bisa bebas rubella pada 2020,” pungkasnya.

“Imunisasi ini dilakukan sekali seumur hidup dan wajib diberikan karena ini adalah hak anak yang diatur dalam undang-undang (UU) Kesehatan dan UU Perlindungan Anak,” ujarnya.

Kemenkes menargetkan capaian keterjangkauan imunisasi ini 95 persen. Vaksin yang diproduksi Biofarma yang bekerja sama dengan pihak luar ini kini telah memasuki pekan terakhir distribusi ke seluruh sasaran ke pelayanan seluruh Pulau Jawa. Setelah pelaksanaan imunisasi MR tahun ini, Subuh menyebut pelaksanaan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia selama periode Agustus dan September 2018.

Imunisasi ini rencananya akan diberikan pada seluruh anak Indonesia yaitu sekitar 67 juta. Namun, ia menegaskan jika telah memperoleh imunisasi, tak perlu mengulang untuk memperolehnya karena imunisasi ini hanya perlu diberikan sekali seumur hidup. (Kahar)

(Di kutip dari berbagai sumber)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY