Agribiz Challenge 2016, Dorong Pemuda Pecahkan Masalah Pertanian

236


Unswagati Cirebon, Demosmagz.com – AYO Indonesia dan Teknopreuneur Indonesia kini sedang mengadakan roadshow Agribiz Challenge 2016, di Unswagati Cirebon merupakan kunjungan kedua setelah IPB dan kemudian selanjutnya ke beberapa kota lainnya.

Roadshow yang dilaksanakan pada Rabu, (28/9), dihadiri oleh founder Republik Nanas Indonesia (RNI) dan Teknopreuner Indonesia yang membahas tentang peluang dan permasalahan yang ada di sektor agribisnis dalam mencapai kedaulatan pangan di Indonesia.

Andien, founder RNI memaparkan bagaimana hasil pertanian diolah tidak hanya menjadi satu produk saja. Misalnya pada buah nanas yang bisa dijadikan beberapa produk. Uniknya, social preuner yang ia bentuk , menerapkan bahwa 30% saham RNI adalah milik masyarakat desa, tempat dimana produk pertanian dihasilkan.

Kemudian Adi Marzuki dari Teknopreuneur Indonesia menjelaskan bagaimana anlisis SWOT mengenai pertanian. Lahan dan sumber daya manusia merupakan strenght, kemudian prosesnya yang meliputi ecosistem factor merupakan weakness. Lalu market sebagai opportunity dan selanjutnya threat meliputi next generation, dimana semakin terkikisnya petani generasi-generasi selanjutnya.

Adapun solusi dari permasalahan-permasalah yang ada, misalnya semakin sedikit jumlah petani yang. Dengan menggunakan sistem kontrol, hal tersebut bisa menghilangkan monopoli di bidang pertanian, caranya dengan sistem ekonomi kolektif termasuk menggunakan teknologi yang inklusif. Dengan demikian, petani bisa menikmati nilai tambah atau meningkatkan kapasitas produksi, dengan kata lain sejahtera dan selanjutnya dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Agribiz challenge 2016 “Membangun Ekosistem Agribisnis Demi Kedaulatan Pangan” mengajak kaum muda untuk ikut memecahkan permasalahan pertanian, caranya ialah mengikuti agribiz challenge 2016 dengan mengirimkan inovasi-inovasi kreatif yang berperan serta dalam pembangunan kedaulatan pangan melalui sektor agribisnis.

Kota ini menjadi sasaran Roadshow karena wilayah 3 Cirebon merupakan lumbung padi nasional dan terdapat fakultas pertanian di beberapa kampusnya, peserta yang hadir pun cukup antusias.

“Pesertanya cukup bagus, nggak nyangka ternyata pertanian masih dilirik oleh kaum muda.” Ucap Sunyata Kurniawan T Arief, dari AYO Indonesia.

Tahun ini merupakan tahun pertama pelaksanaan agribiz challenge 2016, rencananya akan disusul tahun-tahun berikutnya. Dengan harapan, muncul pengusaha-pengusaha baru dibidang pertanian berbasis teknologi.

“Inovasi-inovasi bisnis itu shortcut, untuk bisa mempercepat puncak bisnis, dengan memanfaatkan teknologi, ketimbang menggunakan pola-pola generik sebelumnya.” Ucapnya seusai Roadshow di Unswagati.

Pola-pola generik dengan teknik-teknik konvensional biasa yang dilakukan petani, sehingga hasilnya tidak terlalu signifikan. Berbeda jika dibandingkan dengan menggunakan varietas yang unggul.

“Dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat merangsang pertumbuhan, maka produktivitas mempunyai korelasi dengan pendapatan petani, itu yang kita sebut shortcut.” Ucapnya.

Mahasiswa juga didorong agar dapat mempelajari dengan berbagai referensi dari jurnal-jurnal penelitian sebelumnya, dan menghasilkan inovasi-inovasi teknologi dalam bidang pertanian.(ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY