10 Resiko Kesehatan Mengkonsumsi Olahan Daging Secara Berlebihan Dan Tips Mensiasatinya

189

Cirebon, demosmagz.com – Daging merupakan sumber protein alami,di Indonesia sapi dan kambing menjadi hewan yang sering dikonsumsi dagingnya. Berbagai macam olahan berbahan dasar daging tersebut hadir di tengah – tengah khasanah kuliner di nusantara. Seperti gulai,tongseng, sate, gepuk serundeng, rendang, sop buntut dan banyak menu olahan lainnya yang berbahan dasar daging. Tidak salah memang mengkonsumsi berbagai macam daging tersebut, namun yang harus diperhatikan disini ialah mengenai jumlah frekuensi mengkonsumsinya. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang normal dan pengolahan yang tepat maka kandungan gizi seperti protein, zat besi, seng, vitamin B12, serta berbagai nutrisi lain baik untuk proses pertumbuhan tulang dan sumber energi tubuh. Tetapi perlu diperhatikan jika kita berlebihan makan daging akan memberikan efek tidak baik baik bagi kesehatan kita, berikut efek tidak baik dari konsumsi berlebihan makan olahan daging:

  1. Gangguan Pencernaan

Daging merah mengandung beberapa jenis bakteri seperti Eschericia coli. Bakteri ini  muncul pada daging merah secara alami. Ketika bakteri sudah masuk ke dalam saluran pencernaan maka bisa menyebabkan sakit perut, kekurangan cairan dan diare.

  1. Sembelit

Daging termasuk jenis bahan makanan yang akan bertahan lama dalam sistem pencernaan karena membuthkan proses yang lama dicerna oleh sistem pencernaan manusia karena Daging tidak mengandung banyak serat dan lebih banyak mengandung lemak serta protein. Jika kondisi pencernaan kurang serat bisa menghambat kerja usus besar terutama saat melakukan gerakan peristaltik. Gerakan yang akan mendorong usus besar dalam mengeluarkan sisa pencernaan menjadi tinja. Jadi  jika terlalu sering makan daging merah bisa menyebabkan sembelit dan bahkan wasir karena proses pembuangan yang tidak lancar.

  1. Kolesterol Tinggi

Mengkonsumsi daging merah yang berlebihan akan meningkatkan kolesterol karena daging mengandung lemak dalam jumlah yang lebih besar dibandingan dengan jenis makanan lain. Jika Gejala kolesterol tingi dalam tubuh bisa menyebabkan resiko penyakit yang sangat komplek seperti serangan jantung, penumpukan plak pada pembuluh darah dan resiko penyakit lain.

  1. Obesitas

Kebiasaan mengkonsumsi daging merah bisa menyebabkan obesitas karena Kandungan daging merah seperti lemak hewani yang sangat besar akan menumpuk dalam tubuh, Sementara tubuh Anda mungkin memang tidak membutuhkan jumlah lemak yang besar. Ketika lemak tidak dipakai untuk tubuh maka jaringan lemak akan terbentuk di semua bagian tubuh.lemak yang menumpuk akan memberikan efek negatif, berat badan yang over bisa menyebabkan berbagai masalah baik untuk kesehatan maupun lingkungan sosial. Orang yang menderita obesitas kemungkinan besar akan mengalami masalah kesehatan kompleks seperti sakit jantung, hipertensi, diabetes dan resiko penyakit kanker.


  1. Gagal Ginjal

Kerusakan ginjal awalnya dipicu oleh beberapa masalah seperti penumpukan lemak berlebihan dan kontaminasi daging merah yang banyak mengandung bakteri E.Coli. Gagal ginjal akan menyebabkan tubuh tidak bisa menyaring semua limbah dan racun yang seharusnya keluar melalui saluran urin. Bakteri yang didapatkan dari daging merah ini bisa masuk ke ginjal, Jika ginjal sudah terkena infeksi maka akan menyebabkan penyakit ginjal yang lebih sering mengarah kepada gagal ginjal.


  1. Resiko Osteoporosis

Orang yang sering mengkonsumsi daging merah memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena osteoporosis. Lemak jenuh yang didapat dari mengkonsumsi daging secara berlebihan  akan menghambat proses penyerapan kalsium. Terhambatnya proses penyerapan kalsium akan mengakibatkan gejala Osteoporosis, gejala ini biasanya paling sering terjadi pada wanita yang sudah masuk dalam masa menopause. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menyerap kalsium dalam tubuh sehingga menyebabkan tulang menjadi keropos

 

  1. Resiko Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Salah satu jenis daging merah yaitu daging kambing mengandung lemak dan tingkat kolesterol yang tinggi, Lemak akan menumpuk dalam pembuluh darah yang bisa menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri. Hal inilah yang akan menyebabkan pembuluh darah tidak memiliki ukuran yang sesuai sehingga memicu tekanan yang sangat besar atau biasa kita sebut tekanan darah tinggi.


  1. Resiko Kanker Usus Besar

Bagi orang yang  sering makan daging olahan dan dimasak terlalu lama atau disimpan dalam bentuk tertentu, serta tidak diiringi dengan konsumsi makanan kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan maka bisa meningkatkan pembentukan nitrosamine. Bahan nitrosamine adalah racun yang bisa menyebabkan pertumbuhan lesi di usus besar yang menyebabkan kanker usus besar.

 

  1. Resiko Penyakit Stroke

Daging adalah makanan yang mengandung kolesterol tinggi, orang yang mengkonsumsi daging berlebihan akan meningkatkan kadar kolesterol yang nantinya akan menghambat kerja sistem pembuluh darah. Terkadang kolesterol bisa menjadi plak dalam pembuluh darah yang menyebabkan darah dan oksigen tidak bisa mengalir lancar ke bagian otak. Hal ini kemudian akan memicu terjadinya kerusakan beberapa sel syaraf pada otak. Jika kerusakan terus memburuk maka resiko penyakit stroke juga akan semakin tinggi.


  1. Resiko Penyakit Jantung

Daging merah tidak hanya menyebabkan penumpukan lemak jenuh  berlebihan di dalam tubuh. Ternyata ketika dalam tubuh terjadi penumpukan lemak dan kolesterol tinggi maka bakteri yang berkembang dalam usus akan merusak sistem pencernaan. Kemudian akan menyebabkan pembentukan trimetilamina – N – oksida. Ini adalah sebuah bahan yang bisa membentuk terjadinya pengerasaan pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya penyakit jantung.

Mengkonsumsi olahan daging merah yang nikmat memang sudah menjadi kebiasaan di hari-hari raya di nusantara ini, untuk menjaga dari resiko-resiko diatas dalam mengkonsumsi olahan daging tersebut kita bisa mensiasatinya dengan tips berikut ini :

  • Konsumsi daging secukupnya dan usahakan hanya memakan satu jenis daging.
  • Dalam mengkonsumsi olahan daging sebaiknya diiringi dengan makanan kaya serat seperti sayur-sayuran, dianjurkan sayuran mentah (lalaban) yang masih kaya akan serat dan enzim.
  • Jangan lupa berolahraga karena dengan olahraga maka aliran darah menjadi lancar dan tentunya bisa membuang kelebihan kalori yang ditimbulkan ketika memakan daging  olahan.(rangga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY